Kamis, 03 Mei 2012

5 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan Orangtua Kepada Anak


Bukan rahasia lagi, orangtua harus memperhatikan cara mereka berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Apa yang kita katakan — dan cara kita mengatakannya — adalah masalah penting. Cara komunikasi orangtua akan memberi dampak pada hubungan orangtua-anak dalam jangka panjang.

Kalimat sederhana yang keluar dari mulut orangtua saat sedang frustrasi dapat berdampak besar.

"Kata-kata bisa menyakitkan dan tidak bisa ditarik ulang, jadi berhati-hatilah," ujar Debbie Pincus, seorang terapis, pembimbing orangtua dan penulis "The Calm Parent: AM & PM".

"Kita manusia. Kehidupan kita gila-gilaan dan kadang kita tidak memberikan waktu beristirahat dan berpikir kepada diri sendiri," ujar Pincus. “Hanya berhati-hatilah dan bertanggung jawab, dengan siapa pun kita berbicara."

Berikut ini lima hal yang tidak boleh diucapkan orangtua kepada anak mereka.

"Aku tidak peduli."
Anak kecil senang bercerita tentang segala sesuatu. Tentang pembicaraan mereka dengan teman-temannya, bentuk awan yang mereka rasa mirip dengan ular laut, alasan mereka menekan seluruh isi pasta gigi ke dalam bak mandi.

Tetapi terkadang orangtua tidak ingin mendengarkan mereka. Jangan pernah mengatakan Anda tidak peduli dengan cerita mereka. Itu akan membuat anak-anak merasa tidak penting dan menghilangkan rasa percaya.

SARAN: Beritahulah anak Anda bahwa masalah itu bisa dibahas di lain waktu, ketika Anda dapat fokus pada pembicaraan sang anak. Tetapi jangan ingkar janji. Jangan lupa membahas.

“Kamu kan sudah besar!"
Putri Anda berusia 7 tahun tapi masih bertingkah selayaknya anak umur 3. Jangan pernah menyalahkan tingkahnya sembari mengatakan “Kamu kan sudah besar!” Ini akan membuat anak-anak merasa dikritik padahal mereka bisa saja sedang punya masalah dan butuh bantuan untuk menyelesaikannya.

SARAN: “Ketika Anda hendak bereaksi, ambillah jeda waktu sebentar,” kata Pincus. Pikirkan matang-matang dampak perkataan Anda, jadi bukan asal reaksi spontan. Jeda membantu menurunkan adrenalin sehingga otak bisa berpikir tanpa emosi.

"Minta maaf!"
Anak Anda merebut mainan temannya dan membuatnya menangis. Anda langsung memerintahkan sang anak untuk meminta maaf atas tindakannya. Anda memang bermaksud mulia, tetapi memaksa anak untuk meminta maaf tidak mengajari mereka kemampuan sosial, kata Bill Corbett, penulis buku dan pendidik.

Anak kecil tidak dapat langsung mengerti kenapa mereka harus meminta maaf. Bila selalu disuruh, mereka bisa saja makin lambat memahami alasan meminta maaf bila telah melakukan tindakan buruk

SARAN: Minta maaflah kepada anak kecil yang dibuat menangis oleh anak Anda, sehingga pada saat bersamaan Anda memberi dia contoh bagus kelakuan yang ingin ditanamkan.

"Masak nggak bisa juga?"
Anda mengajari anak menangkap bola lima kali berturut-turut, dan dia belum mahir juga. Atau, ketika belajar soal matematika, dia tak kunjug paham. Anda pun langsung bertanya “Masak nggak bisa juga?” Komentar ini akan menjatuhkan mental mereka.

Sebab, sebagaimana dikatakan pakar pembelajaran Jill Laurean, anak-anak akan menangkap pertanyaan itu dengan berbeda. Mereka akan mengira Anda bertanya “Kenapa nggak bisa juga? Apa yang salah dengan kamu sehingga nggak bisa?”

SARAN:
Ambil waktu istirahat. Jika Anda sudah tidak tahu cara lain mengajari anak mengenai sesuatu, berhentilah. Lanjutkan pelajaran ketika Anda sudah siap untuk mencobanya lagi, mungkin setelah mencari pendekatan lain untuk mengajar apa pun yang sedang dipelajari anakmu.

"Ditinggal ya!"
Anak Anda menolak meninggalkan toko mainan atau taman, sementara Anda telat janjian. Jadi Anda memberikan ultimatum untuk menakut-nakuti dia: "Ditinggal ya!" Untuk anak yang masih kecil, ketakutan ditinggalkan orangtua adalah sesuatu yang sangat nyata. Tapi apa yang terjadi saat ancaman tidak berhasil? Anak dengan cepat belajar kalau ayah atau ibu memberikan ancaman kosong.

SARAN: Jangan bilang kepada anak bahwa Anda akan meninggalkan mereka. Sebaiknya, bikin rencana perjalanan (dari toko mainan ke tempat selanjutnya) sebelum berangkat dari rumah.

Sumber : http://id.she.yahoo.com/5-hal-yang-tidak-boleh-diucapkan-orangtua-kepada-anak.html

Rabu, 04 April 2012

Sup Krim Wortel Titanic


Bahan :
- 1 sdm mentega
- 30 gr bawang bombai cincang
- 1 siung bawang putih memarkan
- 400 gr wortel kupas potong-potong
- 200 ml susu segar
- 500 ml kaldu ayam
- 1/2 sdt Italian seasoning (campuran rempah-rempah) 
- 1 lbr daun salam
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1 sdt garam
- 100 ml krim kental

Pelengkap :
- 4 bh sosis, iris bulat satu cm, tumis sebentar

Cara Membuat :
1. Panaskan mentega, tumis bawang bombai, dan bawang putih hingga harum.
2. Masukkan wortel, aduk hinga layu.
3. Tambahkan air kaldu, masak hingga wortel emputk, angkat.
4. Masukkan sup kedalam mangkuk blender, proses hingga lembut
5. Rebus kembali sup, tambahkan susu cair, bumbu-bumbu dank rim kental, masak kembali dengan api kecil sampai mendidih.
6. Sebelum diangkat tambahkan sosis masak kembali sebentar. Angkat sajikan sup selagi hangat.
Selamat mencoba!
Sumber :
http://id.she.yahoo.com/sup-krim-wortel-hidangan-terakhir-di-kapal-titanic-110000774.html

Rabu, 14 Maret 2012

Bali, 13 - 16 Maret 2012

Alhamdulillah, kali ini mendapat kesempatan, dibiayain negara untuk menjadi intruktur, mengajar teknologi kemasan dengan peserta para pengusaha IKM di Bali. Dibiayain negara bisa disebut gratis to, hehehehe. Bisa menikmati kabin pesawat seperti ini

Total perjalanan ke Bali 4 hari, yg 2 hari untuk pulang pergi, yang 2 hari untuk KERJA, seharian gitu deh, jadi baru ada kesempatan jalan di malam hari setelah selesai mengajar.

Hari pertama kedatangan, aku sempatkan mampir ke sini
Biasa lah, belanja kaos, untuk suami tercinta, anak, dan akyu donx, mumpung kesini, soalnya gak buka cabang di kota laen seh

Hari berikutnya aku ke pantai, niatnya mo menikmati sunset, berubung mendung gelap banget, jadi cuma bisa upload pic sunset yang diunduh dari mbah google gambar

Subuh hari ke tiga, niatnya mo ke pantai lagi, menikmati sunrise, akhirnya aku batalin aza deh berubung aku rada2 teler coz terbangun jam 2 dini hari WITA, setelah sholat sunnah taubat, hajat, tahajud & witir, aku bantu order tim bisnisku ke Manado secara online V3. Jadi aku upload azah pic sunrise hasil googling, hehehehehe

Ntar malem, sebelum besok pagi check out, rencana mo ke toko Krishna, beli oleh2 titipan temen kantor, ples mo beli oleh2 yang lain juga

Hari keempat, check out time ples terima honor sebagai instruktur, wakakakakakakaka





Enak banget ya klo dibilang hidupku, bisa traveling kemana2, ke berbagai kota di Indonesia bahkan luar negeri, gratis, dibiayain negara. Tiap bulan dapet gaji ples ples (hihihihi, ples penghasilan yg lain2nya misal uang makan, uang project penelitian, uang lembur, uang dinas) trus ntar dapet pensiun.

Asik dan comfort zone seperti yg sering aku denger komentar orang2, klo jadi Pe eN eS adalah dambaan banyak orang di Indonesia.

Tapi kenapa ya, Eva koq masih sibuk banget bisnis, sibuk kesana kemari nyari tambahan padahal hidupnya dah nyaman damai sentosa sejahtera?????

Mau tau jawabannya??????
1. Klo Eva pergi kemana2, berbagai kota di Indonesia dan luar negeri, apakah bisa ngajak suami dan anak????? TIDAAAAKKKK ......................, miris rasanya, bahkan aku sampai pengen nangis ketika duduk di pesawat, menikmati service lunch, aku teringat suami dan anak di rumah, tidak ikut bersama diriku berkeliling Indonesia menggunakan maskapai terbaik
2. Apakah Eva bisa dapet fasilitas tiket pesawat bisnis????? TIDAAAAAK, standar ekonomi, bisa pake maskapai penerbangan terbaik di Indonesia klo pas kebetulan dapet jatah uang tiket yg besar, klo pas apes, ya kudu nyari tiket promo semurah2nya dengan maskapai apa saja (cedih yakz, hikz3x).

Inilah mimpi2ku yg bisa aku wujudkan dengan menjalani bisnis, bisa berbagi kebahagiaan dengan keluarga tercinta, dengan orang tua, dengan sanak sodara

1. Memberangkatkan orang tua dan mertua ke tanah suci

2. Bisa liburan dengan suami dan anak menggunakan pesawat kelas bisnis, hotel mewah










Aku pilih bisnis ini karena modalnya murah meriah, flexible, bisa dilakukan kapan aza & oleh seorang Eva yg kerjaannya, busyeeeettttt, ini PNS ato karyawan swasta, hahahahahah, berangkat pagi pulang malem, lebih malem dibandingkan suami lho.
So check it out klo kagak percaya, klik disini ya

Selasa, 13 Maret 2012

Ayam suwir saus Inggris

Seperti biasa deh, kagak jauh2 dari nyontek sama persis kumpulan resep Nina Agustina
Rencana mo masak ini ntar weekend, setelah dari Denpasar
Selamat menikmati (lum ada gambarnya ya, lha wong lum dimasak ^_^)


Bahan:
500 gr fillet ayam
minyak untuk menggoreng

Perendam:
1 sdm saus tiram
1/2 sdt garam

Bahan saus:
1 bawang bombay iris memanjang
3 siung bawang putih cincang halus
1 cm jahe
1 cm lengkuas
1 daun salam
3 sdm saus tomat
2 sdm kecap manis
1 sdm saus inggris
1 sdm saus sambal (skip)
1/2 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/4 sdt merica bubuk


Cara Membuat:
Cuci bersih ayam, rendam dalam perendam kurang lebih 30 menit, sisihkan.
Goreng ayam hingga matang dan kecoklatan, suwir-suwir, sisihkan.
Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga layu dan harum, masukkan lengkuas, jahe dan daun salam, aduk rata.
Masukkan saus tomat, kecap manis dan saus inggris, aduk hingga rata.
Bumbui dengan garam, gula dan merica bubuk, test rasa.
Bila rasanya sudah pas, masukkan ayam suwir, aduk cepat hingga rata dan bumbu meresap.
Angkat dan siap dihidangkan.

Gaya Hidup Usia Muda Kunci Sehat di Masa Tua


Masa dewasa muda merupakan waktu penting mengadopsi gaya hidup sehat untuk mencegah penyakit jantung di usia paruh baya. Peneliti menemukan, hampir 44 persen peserta usia awal 20-an berisiko rendah mengalami penyakit jantung. Namun, 20 tahun kemudian, hanya 24,5 persen yang berisiko rendah. Peneliti mendapatkan rendahnya risiko di usia paruh baya tergantung dari lima kebiasaan hidup sehat di masa muda, yakni


1. Mempertahankan indeks masa tubuh ideal
2. Menghindari minum alkohol

3. Tidak merokok
4. Makan makanan sehat
5. Olahraga teratur



Sekitar 60 persen peserta usia paruh baya yang mempertahankan lima prinsip hidup sehat berisiko sakit jantung rendah. Demikian pemaparan Kiang Liu dari Universitas Northwestern di Chicago. Penelitian dipublikasikan di jurnal Circulation dan dikutip Livescience

Sumber : Kompas, Selasa, 13 Maret 2012

Woooowwww ........, ternyata penting banget untuk memulai hidup sehat ya, untuk menghindari penyakit di masa tua, yaitu dengan menerapkan 5 prinsip kebiasaan hidup sehat di masa muda. Ternyata kagak susah kan. Dan Alhamdulillah kelima prinsip itu sudah aku jalankan, badan terasa segar bugar meski sibuk di kantor (bahkan sampe overload, dinas luar kota kesana kemari), punya anak balita pulak. Resep tambahannya adalah saat ini aku rajin mengkonsumsi Nutrishake produk Oriflame, jadi komplit deh ^_^

Mau seperti saya, sehat di masa tua dan banyak duit klik disini ya

Kamis, 09 Februari 2012

Masak Udang Saos, yummmyyy .............

Wuiiihhhh, gara2 baca blog Nina Agustina, aku jadi pengen nyobain, hehehehe, secara besok Sabtu, rencana mo masak tekwan, jadi blanja udang, eeeehhh ............. kebetulan banget ada resep pake bahan udang, yo wes, nambah daftar masakan deh. Resep berikut ini aku contek sama persis dari sumbernya. Besok masak tekwan, udang 3 saus & selamat menikmati ................

UDANG 3 SAUS

500 gram udang, bersihkan kepalanya
1/2 bawang bombay, iris halus
2 siung bawah putih, geprek dan iris halus
3 sdm saos tomat
1 sdm saos sambal (sesuai selera)
2 sdm saos tiram
1 sdm kecap inggris
1/2 sdt gula pasir
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1 batang daun bawang, potong potong
1 sdm margarin
Minyak untuk menggoreng

Cara membuat :
1. Bersihkan udang, goreng sebentar hingga matang, angkat dan tiriskan
2. Panaskan margarin beserta sedikit minyak goreng, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga layu dan harum
3. Masukkan saos tomat, saos sambal, saos tiram, kecap inggris, aduk hingga rata
4. Bumbui dengan gula, garam, merica bubuk
5. Apabila rasanya sudah pas, masukkan udang goreng, aduk rata hingga semua udang tertutup saos
6. Masukkan daun bawang, aduk sebentar
7. Angkat dan siap disajikan

Brubung ini resep nyontek dan eykeh bukan emak yg demen apalagi pinter masak, jadi moga2 rasanya enak, seenak masakan Nina Agustina, sumber inspirasiku ^_^