Jumat, 03 Agustus 2012

Udang Pun Tahu

Sumber : http://masakapahariini.com/udang-pun-tahu/

Gorengan menggunakan royco udang ebi

Bahan:
  • 10 buah tahu goreng sumedang
  • 100 gr ayam cacah
  • 100 gr udang kupas
  • 1/2 sdt royco udang
  • sedikit garam dan lada
  • 1 buah telur
  • 100 gr tepung sagu
  • 1/2 cangkir air
Cara Membuat:
  1. Campur adonan diatas lalu isi kedalam tahu
  2. Goreng dengan minyak panas sempurna
  3. Sajikan Saat Hangat

Tumis Buncis Daging Giling

Sumber : http://masakapahariini.com/tumis-buncis-daging-giling/

 Bahan:

  • 1 ikat buncis buncis
  • 200 gr daging sapi cacah
  • 1/2 sdt royco sapi baru
  • 2 siung bawang putih
  • 2 buah cabe rawit
  • 2 sdm kecap manis
  • 2 sdm saus tiram
Cara Membuat:
  1. Tumis bawang putih dan cabe hingga wangi, masukkan daging
  2. Tumis hingga matang sambil ditambahkan air sedikit
  3. Masukkan buncis
  4. Masukkan kecap manis dan saus tiram
  5. Tambahkan air dan kentalkan dengan tepung sagu

Sayur Asam TETELAN


BAHAN-BAHAN
    • 350    gr daging tetelan, potong potong
    • 2        ikat kacang panjang, potong 6 cm
    • 100    gr tempe, potong dadu 1×1 cm
    • 1        liter air
    • 1        bungkus Royco bumbu komplit Sayur Asam
    • 2        lembar daun salam
    • ½       sdt garam
    CARA MEMASAK :
    Visual 1 :
    Memasukan daging tetelan ke dalam rebusan air yang sudah mendidih
    • Rebus daging tetelan hingga lunak
    Visual 2 :
    Memasukan Royco ke dalam rebusan daging dan tetelan  yang sudah lunak
    • Tambahkan 1 liter air dan masukan Royco bumbu komplit sayur asam
    Visual 3 :
    Memasukan irisan tempe dan kacang panjang.
    • Masukkan tempe, kacang panjang, daun salam dan garam. masak hingga matang dan meresap.  Angkat , sajikan hangat
    Note : Untuk 4 – 6 orang
    Tingkat kesulitan : mudah

    Sumber :  http://masakapahariini.com/sayur-asam-tetelan/

Banana Split

Sumber : www.resepindonesia.com 


Bahan Banana Split Karamel :
  • Pisang raja/pisang ambon, 2 buah, belah menjadi 2 bagian tiap pisangnya
  • Gula pasir, 50 gram
  • Air, 50 ml
  • Es krim cokelat, 2 scoop
  • Es krim vanilla, 2 scoop
  • Es krim stroberi, 2 scoop
  • Sirup karamel, secukupnya
  • Ceri merah secukupnya
Cara membuat Banana Split Karamel :
  1. Campur air dan gula, masak hingga gula larut dan kecokelatan.
  2. Masukkan pisang, aduk rata. Angkat dan dinginkan, atur pisang karamel di atas piring saji.
  3. Tambahkan es krim cokelat, vanila dan stroberi di atas pisang.
  4. Hias dengan sirup karamel dan ceri merah. Sajikan segera.
Tips Banana Split Karamel :
  • Pastikan pisang karamel dan sirup karamelnya sudah dingin agar es krim tidak meleleh.
  • Buat banana split sesaat jika akan disajikan.

Kamis, 02 Agustus 2012

Caisim Masak Wijen

Bahan :

150 g caisim, potong-potong
6 buah bakso ayam/ikan, potong-potong
50 g jamur kancing, potong-potong
100 ml air
3 sdm minyak goreng

Bumbu :
40 g bawang bombay, potong korek api
3 siung bawang putih, cincang kasar
2 sdm saus tiram
½ sdt kaldu bubuk rasa sapi/ayam
½ sdt garam halus
½ sdt biji wijen
1 sdt gula pasir

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak, tumis bawang bombay, bawang putih dan biji wijen hingga harum. Tuang air, saus tiram, bubuk kaldu instan, garam dan gula pasir. Masak hingga air mendidih.
2. Masukkan potongan bakso sapi, jamur dan caisim. Masak hingga semua bahan matang. Angkat.
3. Tuang ke dalam pinggan saji. Hidangkan hangat.

Untuk 3 Porsi

Tip: Masak tumisan sayuran dengan api besar agar sayuran matang, rasa tetap crunchy  dan warna sayuran tetap hijau segar.

Sumber : http://id.berita.yahoo.com/tumisan-pratis-10-menit-untuk-santap-sahur-ramadan2012.html

Tumis Tahu Tauco

Bahan :

200 g tahu putih, potong dadu
100 g buncis, potong serong
100 ml air/kaldu ayam
1 sendok sayur minyak goreng

Bumbu :

5 butir bawang merah, iris halus
4 siung bawang putih, cincang kasar
3 cm lengkuas, memarkan
2 sdm tauco
2 sdm saus tiram
1 sdt gula pasir
1 sdt garam halus
¼ sdt vetsin bumbu penyedap (jika suka)

Cara Membuat :

1. Panaskan minyak, tumis bawang merah, bawang putih dan lengkuas hingga harum. Masukkan potongan tahu, aduk hingga tahu berubah warna.
2. Tuang air/kaldu ayam, tauco, saus tiram, gula pasir, garam dan vetsin. Masak hingga air mendidih. Tambahkan buncis, masak kembali hingga semua bahan matang. Angkat.
3. Tuang tumisan ke dalam pinggan saji. Hidangkan hangat.

Untuk 5 Porsi

Tip: Tahu bisa diganti dengan tempe. Jika Anda menyukai citarasa pedas, tambahkan irisan tiga buah cabe merah atau cabai hijau saat menumis bumbu.

Sumber :  http://id.berita.yahoo.com/lezatnya-hidangan-tahu-beraroma-tauco-untuk-santap-sahur-ramadan2012.html

Kamis, 03 Mei 2012

5 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan Orangtua Kepada Anak


Bukan rahasia lagi, orangtua harus memperhatikan cara mereka berkomunikasi dengan anak-anak mereka. Apa yang kita katakan — dan cara kita mengatakannya — adalah masalah penting. Cara komunikasi orangtua akan memberi dampak pada hubungan orangtua-anak dalam jangka panjang.

Kalimat sederhana yang keluar dari mulut orangtua saat sedang frustrasi dapat berdampak besar.

"Kata-kata bisa menyakitkan dan tidak bisa ditarik ulang, jadi berhati-hatilah," ujar Debbie Pincus, seorang terapis, pembimbing orangtua dan penulis "The Calm Parent: AM & PM".

"Kita manusia. Kehidupan kita gila-gilaan dan kadang kita tidak memberikan waktu beristirahat dan berpikir kepada diri sendiri," ujar Pincus. “Hanya berhati-hatilah dan bertanggung jawab, dengan siapa pun kita berbicara."

Berikut ini lima hal yang tidak boleh diucapkan orangtua kepada anak mereka.

"Aku tidak peduli."
Anak kecil senang bercerita tentang segala sesuatu. Tentang pembicaraan mereka dengan teman-temannya, bentuk awan yang mereka rasa mirip dengan ular laut, alasan mereka menekan seluruh isi pasta gigi ke dalam bak mandi.

Tetapi terkadang orangtua tidak ingin mendengarkan mereka. Jangan pernah mengatakan Anda tidak peduli dengan cerita mereka. Itu akan membuat anak-anak merasa tidak penting dan menghilangkan rasa percaya.

SARAN: Beritahulah anak Anda bahwa masalah itu bisa dibahas di lain waktu, ketika Anda dapat fokus pada pembicaraan sang anak. Tetapi jangan ingkar janji. Jangan lupa membahas.

“Kamu kan sudah besar!"
Putri Anda berusia 7 tahun tapi masih bertingkah selayaknya anak umur 3. Jangan pernah menyalahkan tingkahnya sembari mengatakan “Kamu kan sudah besar!” Ini akan membuat anak-anak merasa dikritik padahal mereka bisa saja sedang punya masalah dan butuh bantuan untuk menyelesaikannya.

SARAN: “Ketika Anda hendak bereaksi, ambillah jeda waktu sebentar,” kata Pincus. Pikirkan matang-matang dampak perkataan Anda, jadi bukan asal reaksi spontan. Jeda membantu menurunkan adrenalin sehingga otak bisa berpikir tanpa emosi.

"Minta maaf!"
Anak Anda merebut mainan temannya dan membuatnya menangis. Anda langsung memerintahkan sang anak untuk meminta maaf atas tindakannya. Anda memang bermaksud mulia, tetapi memaksa anak untuk meminta maaf tidak mengajari mereka kemampuan sosial, kata Bill Corbett, penulis buku dan pendidik.

Anak kecil tidak dapat langsung mengerti kenapa mereka harus meminta maaf. Bila selalu disuruh, mereka bisa saja makin lambat memahami alasan meminta maaf bila telah melakukan tindakan buruk

SARAN: Minta maaflah kepada anak kecil yang dibuat menangis oleh anak Anda, sehingga pada saat bersamaan Anda memberi dia contoh bagus kelakuan yang ingin ditanamkan.

"Masak nggak bisa juga?"
Anda mengajari anak menangkap bola lima kali berturut-turut, dan dia belum mahir juga. Atau, ketika belajar soal matematika, dia tak kunjug paham. Anda pun langsung bertanya “Masak nggak bisa juga?” Komentar ini akan menjatuhkan mental mereka.

Sebab, sebagaimana dikatakan pakar pembelajaran Jill Laurean, anak-anak akan menangkap pertanyaan itu dengan berbeda. Mereka akan mengira Anda bertanya “Kenapa nggak bisa juga? Apa yang salah dengan kamu sehingga nggak bisa?”

SARAN:
Ambil waktu istirahat. Jika Anda sudah tidak tahu cara lain mengajari anak mengenai sesuatu, berhentilah. Lanjutkan pelajaran ketika Anda sudah siap untuk mencobanya lagi, mungkin setelah mencari pendekatan lain untuk mengajar apa pun yang sedang dipelajari anakmu.

"Ditinggal ya!"
Anak Anda menolak meninggalkan toko mainan atau taman, sementara Anda telat janjian. Jadi Anda memberikan ultimatum untuk menakut-nakuti dia: "Ditinggal ya!" Untuk anak yang masih kecil, ketakutan ditinggalkan orangtua adalah sesuatu yang sangat nyata. Tapi apa yang terjadi saat ancaman tidak berhasil? Anak dengan cepat belajar kalau ayah atau ibu memberikan ancaman kosong.

SARAN: Jangan bilang kepada anak bahwa Anda akan meninggalkan mereka. Sebaiknya, bikin rencana perjalanan (dari toko mainan ke tempat selanjutnya) sebelum berangkat dari rumah.

Sumber : http://id.she.yahoo.com/5-hal-yang-tidak-boleh-diucapkan-orangtua-kepada-anak.html